Senin, 28 Juni 2010

Menyemai Islam Liberal Membungkam al Azhar

Pemerintahan AS berusaha menekan Mesir agar mengubah semua kurikulum
Universitas al-Azhar, pusat lahirnya gerakan Islam di dunia. Tak
lupa, berusaha menyemai wacana “Islam Liberal”. Adakah kesamaan
dengan Indonesia?

Pemerintahan Amerika, nampaknya tidak hanya berusaha menghancurkan
Afghanistan. Setelah Presiden Goerge W. Bush berusaha menekan
pemerintah Indonesia agar untuk menertibkan pondok pesantren dan
organisasi Islam, kini sikap berlebihan itu semakin diperlebar.
Campur tangan pemerintah AS ini, bahkan sudah kelewat batas.

Melalui tangan pemerintahan Mesir, AS kini sedang memberlakukan 10
peraturan sebagai persyaratan mendirikan masjid. Bahkan melakukan
intervensi yang lebih dalam; yakni berusaha merombak kurikulum
pendidikan Al Azhar. Sikap campur tangan Amerika terlihat setelah
beberapa kali kunjungan para petinggi AS ke Kairo beberapa waktu yang
lalu. Memang masih belum banyak yang diketahui publik hasil pertemuan
wakil dua pemerintah tersebut.

Beberapa waktu lalu, penasehat politik Presiden Husni Mubarak, DR.
Usamah al Baz dalam konferensi persnya seperti yang dikutip Quthb al
Arabi dalam Islam online. Dr. Usamah mengutuk upaya AS untuk
mengintervensi kuri kulum di Al Azhar yang gencar diupayakan oleh
para delegasi tersebut.

Mengapa Mesir begitu kuat tekanan kepadanya? Ada dua alasan, menurut
Quthb yang menyebabkan AS begitu getol menekan Mesir. Pertama, karena
Mesir merupakan negara Arab terbesar dan negara Muslim paling utama
di dunia yang menjadi tempat lahirnya banyak pergerakan Islam.
Melalui universitas dan pesantrennya, Al Azhar banyak menelorkan para
ulama dan fuqaha yang bermutu hingga kini. Upaya pemerintah AS
mengebiri Al Azhar sejak dulu, kini menemukan momentumnya setelah
kasus 11 September lalu. Kedua, Mesir merupakan tempat satu-satunya
di mana berdiri ribuan sekolah-sekolah agama yang menyebar di
sebagian besar wilayah negeri tersebut. Termasuk ratusan ribu masjid
yang menjalankan fungsi dakwah kepada Allah walau tekanan dan
intervensi pemerintah semakin menjadi-jadi.

Sejak lama intelijen Barat mengincar negeri Piramida yang merupakan
baro meter gerakan Islam di dunia ini. Media massa Barat tak henti-
hentinya menuduh Mesir sebagai tempat penyemaian benih-
benih “terorisme” dan meng ekspornya ke berbagai belahan bumi. Mesir
juga dituduh sebagai negeri yang kurang kooperatif untuk memerangi
kampanye perang melawan terorisme. Selain AS sendiri, tekanan
terhadap pergerakan Islam khususnya Ikhwan al Muslimun (IM) telah
sejak lama dilakukan pemerintah Husni Mubarak. Karenanya, mungkin ada
alasan yang tepat bagi AS dan Husni Mubarak untuk kembali melakukan
pemberangusan gerakan Islam yang melahirkan akar fundamentalisme
Islam. Salah satu upa ya AS diantaranya adalah terus-menerus
memasukkan wacana `Islam Liberal’ ke negeri Mesir.

Seorang pengamat politik terkemuka Mesir, Dr. Hamid Abdul Majid,
beberapa saat lalu pernah mengemukakan, tentang wacana `Islam
Liberal’ yang sedang digalakkan di Mesir. Bagi pemerintah AS, wacana
ini merupakan wacana alternatif yang dijajakan oleh AS di Mesir saat
ini.

Menurut Hamid, wacana ini kini sedang berpengaruh dan sedang yang
menjamur di Mesir. “Wacana Islam Li beral menjadi isu sentral untuk
melawan amal Islami di Mesir saat ini,” katanya seperti di kutip Al
Mujtama’. Untuk kepentingan Washington, pemerintah AS, berkeinginan
agar Islam lebih mematuhi perintah Amerika seperti halnya Islam yang
kehendaki Turki dan Pakistan. Kasus ini, Termasuk di Indonesia yang
disponsori Paramadina dan Jaringan Islam Liberal (IsLib). Konsepsi
inilah yang dipandang AS dan sekutunya amat sejalan dengan kebijakan-
kebijakan hegemonistiknya.

Walau sudah mulai berkembang, tapi Hamid, yang juga dosen Fisip
Universitas Kairo ini agak meragukan bahwa wacana ini akan
berimplikasi besar terhadap institusi pendidikan agama di Mesir.
Namun kendati demikian hal ini tidak akan berlangsung secara drastis
namun secara gradual. Dan konspirasi ini tidak akan mencabuti seluruh
aktifitas sosialnya secara sporadis tapi membiarkannya berjalan
secara natural namun dikontrol secara ketat. Adapun aspek politis dan
informatif, menurut pengamat ini merupakan sisi yang akan banyak
mendapatkan tekanan apalagi bila tidak kooperatif dengan politik
Amerika.

Namun secara umum, seluruh institusi pendidikan agama di Mesir dan Al
Azhar khususnya, akan terus menuai tekanan untuk merombak
kurikulumnya. Harap tahu, Al Azhar masih berada di bawah pengawasan
pemerintah Mesir.

Sampai beberapa tahun mendatang, pihak Washington akan terus berupaya
melakukan intervensi terhadap Kairo dengan berbagai cara. Apalagi
kondisi perekonomian Mesir yang sangat tergantung pada belas kasih
Barat. Pasca krisis Argentina lalu, juga ikut menyulut berbagai
gejolak di berbagai kawasan Mesir. Kondisi ini diperparah dengan
turunnya 25% harga mata uang Jeneh karena kebijakan pemerintah yang
salah. Faktor lain, tidak adanya independensi Bank Sentral yang
bertanggungjawab untuk meregulasi harga tukar uang. Majalah Al
Mujtama’ edisi No.1488, (9/2) lalu, akibat salah kebijakan itu, Mesir
kini mengalami peningkatan angka pengangguran 20%.
Apa yang bakal terjadi bila Mesir mampu dipecundangi pemerintahan
George W. Bush? Menurut Quth Al Arabi seperti ditulis Al Mujtama’,
kemungkinan besar, maka nasib Mesir tidak akan jauh berbeda dengan
Yaman yang memutuskan untuk menutupi semua pesantren-pesantren dan
sekolah berbau agama. Harap tahu saja, bukti patuhnya Yaman pada AS,
beberapa saat yang lalu, ada 40 mahasiswa Islam asal Indonesia yang
sedang belajar di Universitas Jama’ah Iman ditangkap.

Seperti halnya Yaman atau Turki, semua pesantren akan dijadikan
sekolah umum. Gejala ini hampir sama halnya dengan apa yang terjadi
di Pakistan dewasa ini. Dengan bantuan dana 100 juta dollar AS,
Pakistan meluncurkan program kontrol terhadap pesantren yang ditaksir
berjumlah 7 ribu pondok dan tersebar di seluruh wilayah negeri
pecahan India tersebut. Melalui lembaga pengawas (kalau di Indonesia
semacam Depdagri dan Depag), pemerintah akan mengawasi seluruh
kurikulum, termasuk berbagai jenis selebaran, tabloid, dan percetakan
milik pesantren. Kabarnya, Pakistan, bahkan, membentuk semacam
lembaga intelijen sendiri bernama Inter-Service Intelligence (ISI)
yang kerjanya hanya mengawasi pondok pesantren dan sekolah-sekolah
agama. Melalui lembaga ini, pemerintah Musharaf melatih orang-orang
tertentu untuk menyusup ke dalam pesantren dan sekolah-sekolah agama.
Dan sebagian dana dialokasikan untuk memasukkan materi baru “versi
Amerika” ke dalam semua kurikulum sekolah. Walau tidak 100 % sama,
tapi cara seperti ini hampir mirip dengan pekerjaan Bakin jaman LB.
Moerdani yang membuat lembaga serupa bernama Badan Koordinasi
Ketahanan Nasional (Bakorstanas) untuk mengawasi organisasi-
organisasi Islam di Indonesia.

Al Azhar dari Masa ke Masa

Universitas Al Azhar bermula dari sebuah masjid yang dibangun oleh
Jauhar Al Shaqali, seorang panglima perang pada Dinasti Fathimiyah,
pada tanggal 24 Jumadil Ula 359 H (970 M). Ketika itu, masjid Al
Azhar merupakan tempat dakwah. Tapi, ternyata dalam perkembangannya
semakin hari justru semakin besar. Sehingga berkembang menjadi sebuah
lembaga pendidikan. Ini berlangsung sampai pertengahan abad 21. Sejak
itu, Al Azhar berfungsi ganda; sebagai masjid dan pusat kegiatan
pendidikan Islam.
Al Azhar mengalam perubahan yang sangat mengagumkan dari tahun ke
tahun.

Pertama, perombakan dimulai pada tahun 1960-an dengan terbitnya
perundangan baru No. 103 dengan dalih mengembangkan lembaga ini. Di
mana dimasukkan pelajaran umum secara intensif yang berdampingan
dengan materi-materi agama. Juga seperti halnya berdirinya fakultas-
fakultas baru seperti Kedokteran, Teknik, Bisnis, Fisika, Pertanian.

Kedua, pada tahun 1980-an dimulai oleh pimpinan Pon-Pes Al Azhar,
Syeikh Al Wakil pada awal bulan Nopember 1989 dengan merubah ban yak
pelajaran. Seperti diwajibkannya murid Ibtidaiyah menghafal Al Qur’an
30 juz dari semula 20 juz. Di sekolah I’dadiyah (SMP) terjadi
pengurangan materi-materi agama seperti Hadits, Tajwid, dan Fiqh dan
ditambahnya materi umum. Dan jam pelajarannya juga dikurangi sehingga
perbandingannya menjadi, 13 jam materi agama dalam seminggu dan 21
jam untuk materi umum. Kondisi ini terus berlangsung hingga kini.

Ketiga, berlangsungnya penutupan sejumlah sekolah Al Azhar,
mempersulit konversi sekolah umum menjadi sekolah yang berafiliasi ke
Al Azhar. Sehingga tidak kurang dari 30 ribu murid Al Azhar pindah ke
sekolah umum dari berbagai tingkatan. Dan tidak cukup di sini,
berbagai peraturan diberlakukan untuk menekan agar Al Azhar tidak
dapat tumbuh secara natural. Bahkan ada pelarangan warga yang
mewakafkan tanah atau harta benda untuk Al Azhar.

Dan pertumbuhan Al Azhar mengalami banyak kemajuan di bawah pimpinan
Syeikh Jadul Haq Ali Jadul Haq sehingga Al Azhar tumbuh dari 600
pesantren pada tahun 1987 waktu menjabat hingga tumbuh menjadi 1500
pesantren yang dibangun pada tahun 1995. Jumlah pesantrennya kini
yaitu 10148 ponpes (7487 pesantren Ibtidaiyah, 1709 I’dadiyah dan 952
Tsanawiyah setingkat SMA). Dan jumlah muridnya yaitu : 222.567
pelajar. Tidak saja di Mesir bahkan di berbagai negara Islam, Al
Azhar berdiri seperti di Sinegal, Jibouti, Chad, Kenya, Negeria,
Pakistan dan Indonesia plus di lima negara Arab lainnya. Adapun
jumlah mahasiswa Al Azhar berjumlah 200 ribu mahasiswa dengan 52
fakultas.

Dengan jumlah yang begitu besar dapat dibayangkan berapa banyak para
ulama yang akan ditelorkan oleh lembaga tertua ini. Ini sebuah momok
bagi AS yang mengusung perang terhadap terorisme ini.

Dengan kondisi ini maka yang dapat diprediksi ke depan bahwa Al
Azhar, mini mal akan diembargo untuk tidak meluas dan bebas
mengembangkan sayapnya di mana-mana. Namun prediksi ini dianu lir
oleh berbagai pihak resmi Al Azhar. Syeikh AL Azhar, Dr.Sayed
Thantawi menegaskan bahwa misi institusi ini akan terus berlanjut
kendati berbagai persoalan yang terjadi. Tapi riak-riak kekhawatiran
ini nyaring juga terdengar seperti diungkapkan oleh Dr. Yahya Ismail,
dosen Tafsir dan Hadits. Diantaranya yang kelihatan, kata mantan
Sekjen Persatuan Ulama Al Azhar ini adalah mengurangi jam materi
agama. Sejak munculnya kampanye perang terhadap terorisme yang
dipropagandakan pemerintah AS, Al Azhar, merupakan celah yang paling
mujarab bagi AS.

Bila kampanye AS ini berhasil, tidak mustahil lembaga pendidikan
warisan dari dinasti Fathimiyah ini akan tinggal kenangan.* (Dumyathi
Bashori, Koresponden Majalah Al Mujtama’ Indonesia)



Mau dapat uang Gratis, dapat kan di http://roabaca.com/forum/index.php/topic,87.0.html
Selengkapnya...

Perpecahan dalam Islam

dikutip dari:
Habîb ‘Abdullâh bin ‘Alwî al-Haddâd, Nashôihud Dîniyyah wal Washôyal Îmâniyyah, Dârul Hâwî, cet. ke-1, 1992/1413 H, hal. 24.

Ketahuilah, sebagaimana ahlul kitâb terpecah menjadi beberapa golongan dalam agama mereka, maka umat ini pun akan terpecah menjadi beberapa golongan sebagaimana yang telah diberitahukan oleh Rasûlullâh saw dalam sabdanya:

Kaum Yahudi terpecah menjadi 71 golongan, Nasrani terpecah menjadi 72 golongan dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan. Semuanya masuk neraka kecuali satu.
Sejak zaman dahulu umat ini telah terpecah menjadi 73 golongan. Peringatan manusia yang jujur dan dapat dipercaya (ash-shôdiqul amîn) dalam menyampaikan wahyu saw, telah terwujud. Ketika Rasûlullâh saw ditanya golongan mana yang selamat (al-Firqotun Nâjiyah) beliau bersabda, “Golongan yang seperti aku dan sahabatku.”

Apabila terjadi ikhtilâf, Rasûlullâh saw memerintahkan umat Islam untuk berpegang pada as-Sawâdul A’zhom, yakni golongan terbanyak dari kaum Muslimin.

Alhamdulillâh Ta’âlâ, sejak zaman awal sampai saat ini, Ahlus Sunnah adalah as-Sawâdul A’zhom. Benar! Mereka adalah golongan yang selamat (al-Firqotun Nâjiyah). Semua ini berkat kemurahan Allâh, berkat mereka selalu berpegang pada Qurân, Sunnah dan apa yang diyakini oleh kaum salaf yang saleh, yaitu para sahabat dan tâbi’în ridhwânullôhi ‘alahim ajma’în.

Wa Ba’du, sesungguhnya kami, alhamdulillâh, telah rela dengan Allâh sebagai Tuhan kami, Islam sebagai agama kami, Muhammad sebagai Nabi dan Rasul kami, Qurân sebagai pedoman kami, ka’bah sebagai kiblat kami, dan kaum Mukminin sebagai saudara kami. Kami telah berlepas diri dari semua agama yang menentang agama Islam. Kami beriman pada semua kitab yang diturunkan Allâh, kepada semua Rasul yang diutus Allâh, kepada malaikat Allâh, pada takdir baik dan buruk, pada hari akhir, pada semua (ajaran) yang disampaikan oleh Muhammad Rasûlullâh saw dan beriman bahwa semua itu dari Allâh. Dengan keyakinan ini kami hidup, dengan keyakinan ini kami mati, dan insyâ Allâh dengan keyakinan ini kami dibangkitkan sebagai orang-orang yang selamat, orang-orang yang tidak merasa takut dan tidak bersedih hati. (al-Baqarah, 2:112) Dengan kemurahan-Mu wahai Tuhan alam semesta.



Mau dapat uang Gratis, dapat kan di http://roabaca.com/forum/index.php/topic,87.0.html
Selengkapnya...

Riwayat hirup Imam Syafi`i ra.

Para ulama sepakat bahwa Beliau lahirpada tahun 150 H yaitu tahun ketika Imam Abu Hanifah meninggal. Bahkan ada yang mengatakan bahwa bertepatan pada hari ketika Iman Abu Hanifah wafat. Kemudian wafatnya pada tahun 204 H.
Kelahiran Imam Syafi’i
Nasab Imam Syafi’i
Beliau merupakan keturunan suku quraisy dan masih satu nasab dengan Rasulullah SAW. Nama beliau adalah Abu Abdullah Muhammad bin Idrisbin Ubaid bin Abdu Yazid bin Hisyam bin Al Muthallib bin Abdi Manaf bin Qushai Al Quraisyi Al Mathlabi Asysyafi’i Al Hijazi al Makki. anak paman Rasulullah yang bertemu silsilahnya pada Abdu Manaf.

Perjalanan Ilmiyah Imam Syafi’i
Beliau merupakan anak yatim dan di asuh oleh ibunya yang miskin dan waktu kecil ibundanya tidak mampu untuk membayar uang pengajarannya dalam pelajaran Al Quran. Yang ketika itu kebiasaan anak-anak bangsa arab biasa dititipkan ke Kuntab (semisal TPA di Indonesia) untuk belajar dan menghapal Al Quran. Tetapi sang guru Muslim bin Khalid Azzanji merasa cukup senang jika Syafi’i kecil dapat mengantikan nya mengajar ketika dia kelelahan. Imam Syafi’i sebelum tamyiz sudah hapal quran.
Pada waktu itu ibunya tidak dapat membelikan beliau kertas tetapi beliau tidak putus asa. Sehingga beliau menulis hadist hadist yang dihapalnya di atas tulang-tulang unta.

Setelah di Mekah beliau sudah menghapal quran dan ratusan hadits serta masalah-masalah yang diperdebatkan oleh ulama-ulama Mekah. Maka belai hendak ke Madinah untuk berguru pada Imam Malik bin Anas. Sebelum pergi ke madinah Imam Syafi’i kecil menghapal kitab Al Muwathta untuk menarik perhatian Imam Malik bin Anas.

Pada usia 13 tahun beliau pergi ke Madinah untuk berguru kepada Imam Mailik Bin Anas. Dikarekan usia yang begitu muda dan begitu banyak hapal hadits dan masalah-masalah maka sampai-sampai Imam Malik bin Anas menyatakan bahwa ” Engkau pantas jadi qadhi atau hakim”. Kemudian pada umur 15 tahun beliau sudah dipersilakan untuk membuat fatwa oleh gurunya.

Kemudian beliau ke Baghdad pada tahun 195 H, yang pada waktu itu diperintah oleh Pemerintahan Ma’mun. Beliau tinggal di Baghdad selama 2 tahun kemudian ke Mekkah dan ke Baghdad lagi pada tahun 198 H. Kemudian tinggal di Baghdad beberapa bulan. Setelah itu beliau tinggal di Mesir.

Pada waktu itu Baghdad penuh dengan aliran yang lebih mengedepankan ra’yu dan para aqlaniyun. Dan merupakan salah satu kelebihan Imam Syafi’i dalam muhadhorah yang selalu mengedepankan Qalallahu Qalarrosul, selalu menyatakan dalam debatnya kepada para aqlaniyun: apakah ada dalam Al Quran seperti itu, apakah ada dalam atsar dari Rosulullah SAW dan juga contoh dari para sahabat.

Beliau merupakan ulama ahlusunnah dan berpegah teguh dengan nya. Dan juga banyk sekali sanjungan dan pujian kepada Beliau dari ulama-ulama saat itu diantaranya Imam Ahmad bin Hambal, Ishaq bin Rahawaih, Abu Ubaid Al Qasim bin Salam Sufyan bin Uyainah. Mudah-mudah keselamatan selalu tecurah kepada beliau. Amin



Mau dapat uang Gratis, dapat kan di http://roabaca.com/forum/index.php/topic,87.0.html
Selengkapnya...

Jumat, 11 Juni 2010

BEBERAPA PANDANGAN AGAMA TENTENG PERKEMBANGAN IT

Media cetak dan electronic makin hangat membicarakan ragam fatwa yang yang keluarga oleh MUI khususnya yang berkaitan dengan media Kemajuan dalam terknologi. dan kita sebagai umat Islam dalam hal ini patut kita tanggapi secara positif. Beragam sumber informasi memberikan solusi atau jalan tengah melalui masalah ini, dan semuanya dikembalikan ke pembaca dan pengguna media itu sendiri untuk menentukan dan mengabil langkah sendiri dalam menyikapinya.

Media terknologi yang makin berkembang ialah wadah untuk membatu memberikan informasi dan pengetahuan yang berkembang. seperti maraknya dunia bloging, forum komunitas-komunitas, membuat group di facebook dll, yang masing-masing menonjolkan kemampuan dan kereatifitas mereka di dunia maya. Hal ini patut kita contoh, lebih-lebih kita sebagai generasi Umat Islam perlu memamfaatkan kemajuan teknologi sebagai media da’wah adalah langkah aplikative untuk memerangi sisi negative dari kemajuan teknologi. Mamfaat secara positif kemajuan teknologi itu sendiri memberikan value yang tidak terbatas, media layanan E-mail dan website membantu kita berhungan di penjuru Negara manapun untuk berkomuniskasi baik itu urusan bisnis, perkantoran ataupun pribadi.

Namun, masalah lain yang lebih urgen yang berkaitan dengan perkembangan media teknologi itu sendiri ialah Dunia maya. Dunia maya sebagai gudang informasi dan ilmu pengetahuan, namun tidak semua hal positif kita dapat disini.

Memandang positif dan negatif kemajuan teknologi, bagi kemaslahan bangsa dan umat islam khususnya. Adalah control secara internal mulai dari keluarga untuk mengenalakan dan mengawasi anak didik dari dampak negatif itu sendiri, dan pemerintah khususnya badan-badan yang bewenang menangani untuk mengambil langkah tepat untuk mengurangi dampak dari kemajuan sisi buruk teknologi itu sendiri. kian pesatnya kemajuan teknologi jangan kita jadikan hantu boomerang untuk kita tidak berani terbuka dan maju.peran penting bangsa elemen-elemen pemerintah, masyarakat dan keluarga adalah payung untuk menghindari dan mengurangi dampak negatif media itu sendiri.



Sumber
http://hery.dagdigdug.com

Mau dapat uang Gratis, dapat kan di http://roabaca.com/forum/index.php/topic,87.0.html
Selengkapnya...

Seni Istimewanya Seorang Wanita dalam Islam

Wanita cantik melukis kekuatan Lewat masalahnya,,
terSenyum saat tertekan,,
terTawa diSaat hati sedang meNangis,,
memBerkati diSaat terHina,,
meMesona karena meMaafkan,,
Wanita cantik mengasihi tanpa pamrih dan berTambah kuat dalam doa dan pengharapan..
ku kirim ini khusus untuk wanita cantik kepunyaan ALLAH..
wanita ibarat:
wanita itu bagai kan jantung kehidupan
wanita itu perhiasan kehidupan
Wanita itu bagaikan napas Kehidupan
Wanita itu bagaikan Permata kehidupan
Wanita itu bagaikan cahaya kehidupan
Wanita itu adalah anugerah bagi kehidupan

Wanita memang banyak dijadikan bahan perbincangan perbincangan. Bahkan wanita kini dijadikan icon iklan berbagai produk yang terkadang tidak ada hubungannya degan wanita. Memang wanita sungguh indah dari ujung kepala hingga ujung kaki. Begitu pula Islam memandang wanita sebagai makhluk terindah ciptaan Allah swt. Saat ini banyak wanita yang melakukan emansipasi, padahal ia begitu tinggi kedudukannya di mata Islam. Kenapa wanita begitu takut dikalahkan oleh lelaki? Kenyataannya memang antara wanita dan lelaki memiliki kekhasan yang berbeda. Seharusnya wanita bisa memahami dirinya memang lebih lemah di banding laki-laki karena terkait dengan tugasnya sebagai seorang ibu peradaban. Berikut adalah berbagai keistimewaan seorang wanita di dalam Agama Islam :
1. Doa wanita lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah Saw akan hal tersebut, jawab baginda: ‘Ibu lebih penyayang daripada bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.’
2. Wanita yang solehah itu lebih baik daripada 70 orang lelaki yang soleh.
3. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang senantiasa menangis karena takut kepada Allah Swt dan orang yang takut pada Allah swt akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.
4. Barang siapa yang membawa hadiah (barang /makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barang siapa yang memberi hadiah pada anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail A.S.
5. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah Saw) di dalam syurga.
6. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya adalah syurga.
7. Dari Aisyah r.a. ‘Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dengan anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.
8. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.
9. Apabila dipanggil oleh bapak dan ibu bersamaan, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.
10. Wanita yang taat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari pintu-pintu mana yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.
11. Wanita yang taat pada suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama dia taat kepada suaminya dan menjaga ibadahnya kepada Allah swt.
12. Aisyah r.a. berkata ‘Aku bertanya kepada Rasulullah saw, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab baginda, ‘Suaminya.’ ‘Siapa pula berhak terhadap lelaki?’ Jawab Rasulullah saw ‘Ibunya.’
13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa sebulan Ramadan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana saja yang dia kehendaki.
14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah swt memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya [10,000 tahun].
15. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah swt mencatatkan baginya setiap hari dengan 1000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1000 kejahatan.
16. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah swt mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah swt.
17. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.
18. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan susunya diberi satu kebajikan.
19. Apabila semalaman seorang ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah swt memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allahswt
20. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.
21. Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk daripada 1000 lelaki yang jahat.
22. 2 rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.
23. Wanita yang memberi minum susu (ASI) kepada anaknya akan dapat satu pahala dari tiap-tiap titik susu yang diberikannya.
24. Wanita yang melayani suami dengan baik , yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad.
25. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat isterinya dengan kasih sayang akan dipandang Allah dengan penuh rahmat.
26. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumah tangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70.000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakut.
27. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari karena menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah seluruh dosanya dan bila dia menghibur hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadah.
28. Wanita yang memerah susu binatang dengan ‘bismillah’ akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.
29. Wanita yang menguli tepung gandum dengan ‘bismillah’, Allah akan berkatkan rezekinya.
30. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di baitullah.
31. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.
32. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadah pada malam hari.
33. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengaruniakan satu pahala haji.
34. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.
35. Jika wanita melayani suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun solat.
36. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup (2 1/2 tahun), maka malaikat-malaikat di langit akan mengabarkan berita bahwa syurga wajib baginya.
37. Jika wanita memberi ASI kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.
38. Jika wanita memijit suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memijit suami bila disuruh akan mendapat pahala 7 tola perak.
39. Wanita yang meninggal dunia dengan keridhaan suaminya akan memasuki syurga.
40. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadah.
41. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat, tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya yaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah.
Sungguh betapa istimewanya dirimu wahai wanita…



Sumber
http://b3ndr1.dagdigdug.com


Mau dapat uang Gratis, dapat kan di http://roabaca.com/forum/index.php/topic,87.0.html
Selengkapnya...

LANGKAH MENJADI MANUSIA SUKSES

setiap kita mempunyai cita-cita atau keinginan sukses. terutama sukses dalam menjalani perjuangan hidup. tapi sayang tidak semua kesuksesan yang dicapai oleh kita dengan cara yang benar, baik dan indah sesuai aturan tuhan. kesuksesan yang diraih banyak sekali melangar norma- norma kemanusian dalm hidup. sebagai contoh untuk menjadi sukses orang melakukan kecurangan dan kelicikan. berupa pemalsuan data-data administrasi, pengambilalihan kekuasaan , pemusnahan karakter dan masih banyak cara lainya. untuk itu mulai saat ini kita mencopa menjadi orang sukses yang sejati dengan tidak merugikan orang lain. sukses yang sejati adalah sukses dunia dan akhirat. adapun caranya ialah:

1. Luruskan niatnya.
apabila pekerjaan yang dilakukan tidak dimulai dgn niat yang lurus maka pekerjaan sudah pasti tidak bisa terlaksana dengan baik. sebagai contoh apabila kita bekerja sama orang sebagai bawahan kita harus tau diri akan posisikita dalam bekerja. dan jangan gondok atau mengerutu dalam hati jika diperintah. resiko menjadi bawahan ya harus melaksanakan perintah. dan sebaliknya apabila menjadi atasan jadi lah atasan yang bijak sana, yang selalu menampung aspirasi bawahan. jangan tindas bawahan dengan istilah GASAK,GESEK,dan GOSOK. bawahan haruslah selalu di ASAH,ASIH dan ASUH. Mudahan apabila kita sudah melakukan niat yang lurus maka kita akan meraih kemenangan sesuai proporsi kemampuan kita.
2. Luruskan Caranya
Pekerjaan yang dilakukan setiapa orang cenderung harus sesuai dengan kemampuanya. tapi sayang masih banyak diantara kita yg melakukan pekerjaan tidk sesuai potensi yang dimiliki akhirnya apa yang tercadi, pastilah coba-coba. dalam kegiatan coba- coba timbul berbagai hal cara yang salah. apabila salah tentu pekerjaan tidak maksimal dan hasil jelas tentu amburadul. maka mulailah melakukan perkerjan sesuai dengan cara yang tepat ,jitu,profesinal dan ihklas. dengan selalu tetap semangat dalam setiap pekerjaan yang dilakukan.
3. luruskan hasilnya.
Semua pekerjan tentu setiap kita mengharapkan hasil yang memuaskan dan membuat lebih berarti. tapi sayang dan amat disayangkan diantara kita banyak melakukan manifulasi terhadap hasil pekerjaan. sebagai contoh pembuatan laporan pertangungjawaban kegiatan atau proyek yang dijalankan selalu di manifulasi. ini bukan rahasia umumlagi. untuk itu kita selalu menjadi orang yang berupaya menjadikan hasil pekerjaan yang lebih maksimal dan memiliki nilai berkah dari Alloh SWT.

Mudah-mudahan apa yang kita lakukan dalam hidup ini haruslah selalu menjadi kan yang terbaik dan bernilai disi manusia dan tuhan. tiada rupa yang paling indah,rupa yang diridhoi alloh. tiada suara yang paling indah, suara mengucapkan kebaikan, dan tiada gerak yang paling indah, gerak yang paling bernilai disisi alloh yaitu gerak menjalani aktifitas yang diridhoi……. semoga apa yang kita raih menjadi bermakna .



Sumber
http://b3ndr1.dagdigdug.com/


Mau dapat uang Gratis, dapat kan di http://roabaca.com/forum/index.php/topic,87.0.html
Selengkapnya...

Seni Dalam Islam

Ketika kita berbicara tentang seni, maka yang terlebih dahulu dibicarakan adalah keindahan. Sudah menjadi fitrahnya manusia menyukai keindahan. Keindahan seni itu terlihat pada rupa, gerak dan suara/ bunyi. Sebagai contoh seorang ibu akan lebih berbahagia jikalau ia dikaruniai anak yang indah fisiknya, indah akhlaknya dan indah karyanya. Seseorang akan lebih memilih rumah yang indah serta mengenakan pakaian-pakaian yang indah ketimbang semua itu dalam kondisi biasa-biasa saja ataupun buruk. Demikian halnya dengan nyanyian, puisi, yang juga melambangkan keindahan, maka manusia pun akan menyukainya.

Keindahan alam semesta yang ada ini merupakan ekpresi nyata ciptaan Alloh SWT. Manusia merupakan makhluk yang amat indah dibandingkan dengan makhluk lainya. Serta manusia dikaruniakan kemampuan untuk mebuat karya yang indah dan mengenal keindahan .berkat karunia Alloh SWT lah apa pun yang hadir berupa keindahan ditengah-tengah kita tak ternilai harganya. Semua keindahan itu merupakan napas kebutuhan manusia dari sejak zaman dahulu hingga sekarang.
Tentulah keindahan yang ada dialam semesta ini tidak sebanding dengan keindahan sang penciptanya. Allah itu indah dan menyukai keindahan. Inilah prinsip yang didoktrinkan Nabi saw, kepada para sahabatnya. Ibnu Mas’ud meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda :
“Tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya terbetik sifat sombong seberat atom.” Ada orang berkata,” Sesungguhnya seseorang senang berpakaian bagus dan bersandal bagus.” Nabi bersabda,” Sesungguhnya Allah Maha Indah, menyukai keindahan. Sedangkan sombong adalah sikap menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.” (HR. Muslim).
Bahkan salah satu mukjizat Al-Qur’an adalah bahasanya yang sangat indah, sehingga para sastrawan arab dan bangsa arab pada umumnya merasa kalah berhadapan dengan keindahan sastranya, keunggulan pola redaksinya, spesifikasi irama, alur bahasanya, serta rupa sususunan tulisanya.hingga sebagian mereka menyebutnya sebagai sihir.
Dalam membacanya, kita dituntut untuk menggabungkan keindahan suara dan akurasi bacaannya dengan irama tilawahnya sekaligus.
Rasulullah bersabda :

“Hiasilah Al-Qur’an dengan suaramu.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasa’I, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Darimi)
Maka manusia menyukai kesenian sebagai representasi dari fitrahnya mencintai keindahan. Dan tak bisa dipisahkan lagi antara kesenian dengan kehidupan manusia.
Namun bagaimanakah dengan fenomena sekarang yang ternyata dalam kehidupan sehari-hari nyanyian-nyanyian cinta ataupun gambar-gambar seronok yang diklaim sebagai seni oleh sebagian orang semakin marak menjadi konsumsi orang-orang bahkan anak-anak ? Bagaimanakah pandangan Islam terhadap hal-hal tersebut ?
Sebaiknya kita kembalikan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Bahwa dalam Al-Qur’an disebutkan :
“Dan diantara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu sebagai olok-olokan. Mereka itu memperoleh azab yang menghinakan.” (Luqman:6)
Jikalau kata-kata dalam nyanyian itu merupakan perkataan-perkataan yang tidak berguna bahkan menyesatkan manusia dari jalan Allah, maka HARAM nyanyian tersebut. Nyanyian-nyanyian yang membuat manusia terlena, mengkhayalkan hal-hal yang tidak patut maka kesenian tersebut haram hukumnya.
Maka menurut DR. Yusuf Qardhawi, hal-hal yang harus diperhatikan dalam hal nyanyian antara lain :
1. Tidak semua nyanyian hukumnya mubah, karena isinya harus sesuai dengan etika islami dan ajaran-ajarannya.
2. Penampilan dan gaya menyanyikannya juga perlu dilihat
3. Nyanyian tersebut tidak disertai dengan sesuatu yang haram, seperti minum khamar, menampakkan aurat, atau pergaulan bebas laki-laki dan perempuan tanpa batas.
4. Nyanyian –sebagaimana semua hal yang hukumnya mubah (boleh)- harus dibatasi dengan sikap tidak berlebih-lebihan.
Wallahualam bishawab
Maroji : Fatwa-fatwa Kontemporer, Yusuf Qardhawy
Seni dalam Islam
Fiqh Kontemporer



Sumber
http://b3ndr1.dagdigdug.com

Mau dapat uang Gratis, dapat kan di http://roabaca.com/forum/index.php/topic,87.0.html
Selengkapnya...

Obat Ketenangan Jiwa

Setiap manusia mendambakan ketenangan dan kedamaian dalam hidup. maka berbagai upaya dilakukan demi meraihnya . namun kita harus sadari setiap kebahagiaan yang di dapatkan dan kita inginkan sungguh kadang kala jauh dari kehendak tuhan. berbagai bentuknya dan caranya yang kita tempuuh demi meraihnya sebahagian ada mencari kebahagian melakukan perbuatan keji dan mungkar asal dia bahagia katanya. namun kebahagian berupa kesenangan sesat itu tidak akan membawa kita menuju kearah ketenangan jiwa sejati sudah banyakcontohnya. pikir dan pikirlah setiap apa yang akan diperbuat.
wahai saudaraku jikalu kamu ingin hidup damai tenang dalam menjalani aktivitas hidupini, maka ada beberapa hal yang bisa kita lakikan:
1. Lihatlah bintang yang bertaburan dilangit.
Dikala malam datang suasana cuca kelihatan bersahabat, keluar rumahlah sejenak dan perhatikan begitu indahnya gemerlap-gemerlip bintang dilangit . keindahan bintang -bintang mampu mengobati jiwa kita yang gelisah dan gersang. dengan melihat bintang segala inspirasi akan muncul. bukan kita sudah tahu berapa banyak istilah yang muncul akibat dari melihat bintang. seperti : Bintang kejora. bintang kehidupan, bintang film, bintang kelas dan aneka bintang-bintang lainya. ini membuktikan bahwakita suka sama bintang, percaya tidak percaya terserahlah ….he he…

2. Melihat gemercik air
” Air merupakan sumber kehidupan”. semua kita sudah yakin dan percaya itu. setiap makhluk hidup yang berdiam dipermukaan bumi ini tidak bisa terlepas dari yang namanya air. setiap hari manusia dan binatang butuh air dalam memenuhi kelangsungan kebutuhan hidupnya. dengan air kita bisa minum dengan air kita bisa mandi dengan air kita bisa mengambil sumber rezeki. sungguh banyak sekali manfaat air. jikalau jiwa resah air mampu menyejukanya dan menyegarkanya. Kita bisa lihat buktinya begitu banyak orang berwisata dipantai, didanau, disungai, dan di mana terdapat sumber air. ini membuktikan air mampu mengobati jiwa yang resah .

3. Melihat indahya pemandangan alam yang hijau ranau.
Alam yang indah ini merupakan karunia tuhan untuk hambanya yang bernama manusia. keindahan alam terukir oleh didominasi warna hijau. bahwa tuhan menciptakan daun yang warna hijau ini tidak lah sia- sia, tentu ada maknanya. adapun maknanya ialah daun hijau melakukan proses foto sintesis, daun hijau mengandung clorofil yang bermanfaat bagi tubuh, warna hijau bisa menjadi terapi mata. dan warna hijau bisa mengobati jiwa yang gelisah, gundah dan gulanah. percaya dan tak percaya coba renunggi. oke…..hehe..

4. Dzikir Pada Allah SWT
Walau bintang tidak lagi menghiasi lagit, dan air tidak lagi memberi kesejukan dan daun hijau tidak lagi menggukir indahnya alam ini janggan lah berputus asa masih ada satu jalan yang bisa kita tempuh untuk mengobati jiwa, yaitu dengan selalu berzikir kepada alloh SWT. bukankah dengan berzikir mampu menjadikan jiwa kita ini selalu tenang dan damai. jikalu kita rutin melakukanya insya alloh berhasil menjadi manusia yang memiliki jiwa yang tenang menjalani aktivitas hidup ini. Saudaraku jiwa yang tenang itulah yang kita cari dan harus kita dapatkan didunia dan akhirat khelak dia takkan datang jika kita tidak berupaya meraihnya. sebaik -baiknya dzikir adalah memperbanyak membaca AL-QUR’AN. Beribadah dan beribadahlah dalam setiap napasmu, detak jantungmu, dan langkahmu dalam hidup ini.

Coba resapi dan renunggi obat ketenangan jiwa ini yang lebih diridhoi alloh. ini ok….he he


Sumber
http://b3ndr1.dagdigdug.com/

Mau dapat uang Gratis, dapat kan di http://roabaca.com/forum/index.php/topic,87.0.html
Selengkapnya...

Sabtu, 05 Juni 2010

Mengorbankan Akhirat Demi Rupiah ??

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,
Dari Fadil Fuad Basymeleh
Alhamdulillah tadi (hari Sabtu 29 Mei 2010), saya bisa hadir menjadi pembicara di ”Seminar Syariah Ekonomi Islam” di Restoran SAMI KURING Cikarang yang diselenggarakan oleh Forum Komunitas Muslim Karyawan EJIP, dari rencana semula peserta dibatasi maksimum 70 peserta, kenyataannya membludak hingga 98 orang peserta (diluar panitia), itupun katanya banyak yang ditolak saat mendaftar karena keterbatasan ruangan.

Seperti biasa saya sharing tentang konsep bisnis berorientasi akhirat, dengan menjadikan akhirat sebagai tujuan utama saat kita berusaha, yaitu bukan mengejar cita-cita duniawi yang pendek, seperti punya mobil, punya rumah, perusahaan besar, dst… ini cita2 yang terlalu pendek, kita naikkan cita-cita kita ke akhirat. Jika selama ini diajarkan sejak kecil, gantungkan cita-cita setinggi langit, maka sekalian saja naikkan cita-cita kita ke akhirat, kenapa tidak ?
Toh dengan bercita-cita akhirat maka Allah Ta’ala akan membantu memudahkan urusan kita, akhirat dapat dan dunia pasti dapat, sedangkan kalau cita2 hanya dunia maka khawatirnya hanya dapat dunia saja dan di akhirat kita menjadi orang yang rugi besar.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.” (Asy-Syuuraa 42 : 20)

“Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal”. (Al A’laa 87 : 16-17)
Banyak yang bertanya kepada saya, bagaimana contoh bekerja dengan orientasi akhirat ? jawabannya banyak sekali.
Bekerja karena ingin menikah, karena ingin menafkahi keluarga, ingin membantu keluarga yang tidak mampu, ingin berhaji, ingin banyak bersedekah seperti si fulan, ingin membangun 100 rumah sakit Islam, ingin menyantuni 1 juta anak yatim, dst…
Ada kisah menarik di zaman tabiut tabiin, seorang ulama besar bernama Abdullah bin Al Mubarak, seorang ulama ahli hadits sekaligus seorang pedagang yang berhasil, beliau rahimahullah ditanya oleh Fudhail bin Iyadh, “Engkau selalu mengajari kami untuk zuhud terhadap dunia, tapi aku lihat engkau sibuk berdagang di pasar2″, Abdullah bin Al Mubarak menjawab bahwa dia semangat berdagang karena ingin menanggung nafkah ulama2 ahli hadits agar para ulama tersebut tetap fokus mengajar ilmu hadits dan tidak sibuk bekerja, karena kalau mereka sibuk bekerja maka mereka tidak lagi memiliki waktu yang cukup untuk mengajarkan hadits.” (Kisah itu disebutkan oleh Imam Az Zahabi dalam kitab SIyar A’alam AN Nubala’ pada biografi Abdullah bin Al Mubarak.)
Lihatlah betapa indahnya cita-cita ini, dan betapa Allah Ta’ala membuktikan janjinya, beliau Rahimahullah justru sukses dalam berdagang, menjadi pengusaha kaya tapi tetap zuhud terhadap dunia, yaitu tidak meletakkan dunia di hatinya, dunia hanya sarana bukan tujuan, beliau mengerti hakekat kehidupan dunia yang fana, dunia hanya wasilah untuk kebahagiaan akhirat.
Contoh motivasi lain adalah seperti yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ”Wajib atas setiap orang muslim untuk bersedekah.” Dikatakan kepada beliau: “Bagaimana bila ia tidak mampu?” Beliau menjawab: “Ia bekerja dengan kedua tangannya, sehingga ia menghasilkan kemanfaatan untuk dirinya sendiri dan (dengannya ia dapat) bersedekah.. .“(Muttafaqun ‘alaih)
Lihat betapa motivasi untuk bekerja hanya karena ingin bersedekah, karena sedekah itu wajib, maka para sahabat setelah mendengar hadits ini mereka langsung pergi ke pasar-pasar mencari kerja, meskipun sekedar menjadi kuli mengangkat barang di punggungnya hanya untuk mendapatkan upah dan dengan upah itu mereka dapat bersedekah.
Banyak dalil2 yang menerangkan janji2 Allah Ta’ala kepada mereka yang berorientasi akhirat, bahwa orang yang berorientasi akhirat akan sukses dunia dan akhiratnya.
Rosulullah Shallallahu` alaihi wa sallam bersabda,
“Artinya : Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, `Wahai anak Adam!, beribadahlah sepenuhnya kepadaKu, niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu (kepada manusia)” HR. Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim
Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang menjadikan kegelisahannya, kegundahannya cita-citanya tujuannya hanya satu, yaitu akhirat, maka Allah akan mencukupi semuanya dari semua keinginannya, Barangsiapa yang keinginannya, cita-citanya bercerai berai kepada keadaan - keadaan dunia, materi duniawi, yang dipikirkan hanya itu saja, maka Allah tidak akan perduli dilembah mana dia binasa”. HR. Ibnu Majah (sanad hasan)
Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang obsesinya adalah akhirat, tujuannya akhirat, niatnya akhirat, cita-citanya akhirat maka dia mendapatkan tiga perkara :

- pertama, Allah menjadikan kecukupan dihatinya
- yang kedua, Allah mengumpulkan urusannya
- yang ketiga, dunia datang kepada dia dalam keadaan dunia itu hina

dan barangsiapa yang obsesinya adalah dunia, tujuannya dunia, niatnya dunia, cita-citanya dunia, maka dia mendapatkan tiga perkara :

- yang pertama-tama, Allah menjadikan kemelaratan ada didepan mata
- yang kedua, Allah mencerai-beraikan urusannya
- yang ketiga, dunia tidak datang kecuali yang ditakdirkan untuk dia saja”

HR. At Tirmidzi dan lain-lain (Hadits Shahih)
Nah masikah kita ragu dengan janji-janji Allah Ta’ala diatas ? apakah itu cuma dongen di siang bolong? siapakah yang paling mampu menepati janjinya ? sungguh sayang banyak dari kita yang masih ragu dengan janji2 Allah Ta’ala, kita ikut yakin dengan pameo ini, “zaman ini zaman edan, kalau tidak ikut arus bagaimana kita bisa dapat rezeki ?”, atau “yang haram saja susah, apalagi yang halal”, jadilah suap menyuap menjadi keseharian kita, tanpa ada lagi beban, tanpa merasa dosa, berdusta saat jual beli menjadi hal yang wajar, dst…
Bagaimana mungkin karunia Allah Ta’ala berupa rezeki dapat diraih dengan maksiat ? mungkin rezeki itu akan didapat tapi rezeki itu tidak akan barokah, justru rezeki tersebut akan membawa petaka, istri dibawa lari orang, anak berzina, kita sendiri strok dan merana seorang diri di rumah sakit jiwa, akhir yang buruk yang tidak satupun dari kita menginginkannya.
Perhatikan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini,
“Janganlah kamu merasa bahwa rizkimu datangnya terlambat. Karena sesungguhnya, tidaklah seorang hamba akan meninggal, hingga telah datang kepadanya rizki terakhir (yang telah ditentukan) untuknya. Maka, tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizki, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram” (HR Abdur-Razaq, Ibnu Hibban dan Al-Hakim)

“Sesungguhnya Ruhul Qudus (malaikat Jibril) membisikkan dalam benakku bahwa jiwa tidak akan wafat sebelum lengkap dan sempurna rezekinya. Karena itu hendaklah kamu bertakwa kepada Allah dan memperbaiki mata pencaharianmu. Apabila datangnya rezeki itu terlambat, janganlah kamu memburunya dengan jalan bermaksiat kepada Allah karena apa yang ada di sisi Allah hanya bisa diraih dengan ketaatan kepada-Nya.” (HR. Abu Zar dan Al Hakim)

Dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda, “Wahai sekalian manusia bertakwalah kepada Allah dan carilah nafkah dengan cara yang baik, karena sesungguhnya seseorang tidak akan sekali-kali meninggal dunia sebelum rizkinya disempurnakan, sekalipun rizkinya terlambat (datang) kepadanya. Maka bertakwalah kepada Allah dan carilah rizki dengan cara yang baik, ambillah yang halal dan tinggalkanlah yang haram.” (Shahih: Shahih Ibnu Majah no: 1743 dan Ibnu Majah II: 725 no:2144)

Perhatikan hadits2 diatas, kita disuruh berusaha sungguh2, bekerja, memperbaiki mata pencaharian, meninggalkan yang haram dan kita disuruh bertakwa, rezeki yang ada di langit (dariNya) bukan dicari dengan cara maksiat kepadaNya, tapi kita disuruh untuk bersungguh-sungguh bekerja, memperbaiki cara mencari rezeki dan bertakwa.
Ada satu pengalaman pribadi yang menarik sebagai pembuktian hadits2 diatas, yaitu tidak akan mati seseorang hingga seluruh rezekinya diterima. Kejadiannya terjadi pada ayah saya, yaitu setelah operasi jantung beliau mengalami komplikasi, sempat dirawat diruang ICU selama 30 hari. Beliau sempat koma selama 2 minggu, setelah itu sadar dan meminta “es krim”, dokter mengizinkan saya memberikan es krim tersebut, setelah habis dimakannya beliau koma lagi selama dua hari dan akhirnya meninggal dunia.
Kalau diilustrasikan secara sederhana dari kejadian ini, seolah-olah para malaikat menginventaris kembali rezeki yang harus diterima ayah saya, ternyata ada satu yang tertinggal, yaitu es krim, maka ayah saya dibangunkan, diberi eskrim kemudian nyawanya dicabut setelah seluruh rezekinya diterima. Benar sekali tidak akan mati seorang hama sebelum rezekinya diterima dengan sempurna.
Kejadian ini membuat saya tambah yakin dengan firman Allah Ta’ala dan sabda NabiNya shallallahu ‘alaihi wa sallam diatas.
Masih ada lagi yang bertanya, untuk apa kita usaha kalau rezeki sudah ditentukan ? jangankan kita, para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bertanya hal yang sama.
Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu menceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Setiap kalian telah ditulis tempat duduknya di surga atau di neraka.” Maka ada seseorang dari suatu kaum yang berkata, “Kalau begitu kami bersandar saja (tidak beramal-pent) wahai Rosululloh?”. Maka beliau pun menjawab, “Jangan demikian, beramallah kalian karena setiap orang akan dimudahkan”, kemudian beliau membaca firman Allah, “Adapun orang-orang yang mau berderma dan bertakwa serta membenarkan Al Husna (Surga) maka kami siapkan baginya jalan yang mudah.” (QS. Al Lail: 5-7). (HR. Bukhori dan Muslim). Inilah nasehat Nabi kepada kita untuk tidak bertopang dagu dan supaya senantiasa bersemangat dalam beramal dan tidak menjadikan takdir sebagai dalih untuk bermaksiat dan bermalas-malasan. Kita pasti akan dimudahkan menuju takdir kita, selama kita mengikuti firman Allah Ta’ala dalam surat Al Lail ayat 5-7 tersebut.
Terakhir, marilah kita renungkan firman Allah Ta’ala berikut ini (yang artinya), “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” Qs. An-Nahl : 97
Lihat bahwa jika kita ingin hidup bahagia mendapatkan semua kebaikan (karena ayat tersebut tidak membatasi kebaikan apa, maka ulama menerangkan artinya semua kebaikan, baik rezeki, kebahagiaan, ketenangan jiwa, dst), maka caranya adalah beramal saleh dalam keadaan beriman. Bagaimana kita bisa beriman dan beramal shaleh? mari kita pelajari Al-Quran dan ikuti petunjuk Rasulullah shallalla hu ‘alaihi wa sallam dengan pemahaman yang benar, insyaAllah kita akan selamat.
Wallahu a’alam
Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh



Sumber
http://jantungkujuga.dagdigdug.com

Mau dapat uang Gratis, dapat kan di http://roabaca.com/forum/index.php/topic,87.0.html
Selengkapnya...

Inspirasi dari wanita petugas kebersihan (Pemungut sampah).

By ; Rahmadsyah Mind-Therapist


Assalamu’alaikum wr.wb

Maha Besar Allah, dijadikan-Nya siang berganti dengan malam, semua itu menjadi bukti akan kebesaranNya. Supaya kita sebagai orang-orang yang diberi akal agar mampu berfikir dan meresapi, bahwa tiada Tuhan selain Eengkau. Sungguh tiada sia-sia ya Allah, apa-apa yang telah Engkau ciptakan. Dengan segala kuasa, bila telah terjadi maka terjadilah.


Suara azan subuh berkumadang silih berganti, dari satu mesjid kemesjid yang lain. Menanda sang Fajar telah mulai menampakkan keperkasaan sang surya dalam menyinari. Pertanda pula, bahwa hidup baru segera dimulai.



Berbicara waktu shubuh banyak sekali nasehat-nasehat bijak dari orang tua, yang diperdengarkan ketelinga kita. Instalasi makna-makna yang akan menjadi nilai-nilai kehidupan, untuk benar-benar menghargai waktu. ”Jangan sampai rezekimu dipatok oleh ayam”. Kalimah ini mungkin terucap, dari belahan sumatra hingga ujung timur indonesia. Pesan singkat agar segera bangkit dan menjemput, rezeki-rezeki yang telah Allah persiapkan, dari pintu yang tak diduga-duga.



Persis seperti shubuh jumaat ini, petuah diatas seakan benar-benar terasa dalam diri saya. Bekerja, berusaha, berikhtiar memantaskan diri memperoleh rezeki yang halal, penuh barakah, dengan cara-cara kemampuan kita masing-masing.



Setelah selesai dzikir seusai shalat shubuh berjamaah di Mesjid Matraman. Saya kembali menuju tempat saya tinggal (sementara) dikelurahaan pengangsaan. Saya melewati tempat pembuangan sampah. Disini sepertinya star awal para wakil-wakil Allah pada melakukan aktivitasnya menjaga kebersihan, karena saya melihat ada beberapa mobil angkutan sampah terpakir disini.



Yang membuat saya terkesan adalah saat melewati TPS itu, saya berpapasan dengan seorang wanita berambut sampai lehernya. Ia memakai topi bewarna merah. Dengan baju dinasnya berwana kuning, menyambung antara atas dan bawah. Seperti baju para montir, Cuma yang dia kenakan adalah khusus untuk pekerjaannya.



Beliau menuju arah berlawanan dengan saya. Sambil mendorong benda yang biasanya para pekerja di galian pasir dan angkut batu gunakan. Bedanya isi dorongan beliau adalah alat kerjanya berupa sapu dan skop.



Setelah berpapasan, kira-kira 5 langkah dengan beliau. Dalam diri ada suara-suara membesarkan asma ilahi. Ada rasa semangat, karena terdengar suara didalam, ”Tidak ada alasan untuk menyerah dalam menjalani kehidupan, selama engkau terus berikhtiar, maka akan Allah bukakan jalan kepadamu”. Itu juga, mengingatkan kembali pengalan hadits yang makananya ”Gerakkanlah tanganmu, niscaya Allah turunkan rezeki untukmu”.



Sungguh kesan lebih mendalam lagi, ada rasa berkecamuk serta menggelorakan semangat dalam dada, karena dishubuh hari yang beberapa insan masih dalam selimut tebalnya. Wanita itu sudah memulai melakukan aktivitasnya. Usaha dan ikhtiar memuliakan diri sebagai hamba dengan bekerja.



“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung” [QS 62: 10]



Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Engkau telah mentakdirkan hamba bertemu dengan wanita itu. Sehingga semakin menambah semangat dan gairah hamba untuk terus berkarya, bekerja, dan berusaha. Guna memantaskan diri menjadi insan mulia nan sempurna, karena kesempurnaan- Mu. Ya rabb, jadikan kami sebagai wakil dan perantaraan mu bagi ciptaanMu di muka bumi ini. Amin...

Jakarta 4 juni 2010.


RAHMADSYAH, CM.NLP
Motivator & Mind-Therapist I 081511448147 YM;rahmad_aceh
www.facebook. com/rahmadsyah


Mau dapat uang Gratis, dapat kan di http://roabaca.com/forum/index.php/topic,87.0.html
Selengkapnya...